Angin boleh menghapusnya , atau gelap lebih membuatnya
hilang oleh awan ,,tapi syair-syair itu utuh mengaris pada buku pada bukuku,
semua boleh bilang syair-syair ini tak bermakna lagi , tapi senja lebih tahu
tentang aku ,aku juga puisi ini. Mereka dan mungkin kau boleh tertawa saat membca
harta-harta yang ku tulis , tapi tidak untuk Tuhan. Setiap hari aku tak pernah
alfa menulis puisi untuk Nya , hanya agar dia tahu bahwa aku ingin tetap hidup dalam
syairku.
Catatan Senja 16 Agustus 2013 pukul 18:24:05

Tidak ada komentar:
Posting Komentar