KEMBALI MENULIS
Angin boleh menghapusnya, atau gelap boleh membuatnya hilang oleh awan…tetapi syair itu telah utuh mengaris pada buku-bukuku.
Semua boleh bilang syair ini tak bermakna lagi, tapi senja lebih tahu tentang aku juga puisi-puisi ini, mereka dan mungkin kau boleh tertawa saat membaca huruf-huruf yang ku tulis, tapi tidak untuk Tuhan, setiap hariku tak pernah alfa menulis puisi-puisi untuknya, hanya agr Dia tahu bahwa aku ingin tetap hidup dalam syair-syairku.
(Asmara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar